Eksklusif: Sutradara Resident Evil Requiem Bicara Tentang Konsep Dua Protagonis, "Sinergi" Zombie, dan Leon yang Menua

Menjelang perilisannya pada 27 Februari 2026, Sutradara Koji Nakanishi membedah detail gameplay, evolusi AI musuh, dan alasan di balik perbedaan drastis antara Grace dan Leon.

Eksklusif: Sutradara Resident Evil Requiem Bicara Tentang Konsep Dua Protagonis, "Sinergi" Zombie, dan Leon yang Menua

Resident Evil Requiem, judul terbaru dari seri survival horror legendaris Capcom, siap meluncur untuk Nintendo Switch 2, PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan Steam. Mengambil latar di fasilitas sanatorium dekat Raccoon City sebelum beralih ke kota itu sendiri, game ini menjanjikan kembali ke akar horor sekaligus mempertahankan aksi intens.

Dalam acara uji coba media yang digelar Januari 2026, Sutradara Koji Nakanishi membagikan wawasan mendalam mengenai keputusan desain berani yang membagi game ini menjadi dua pengalaman berbeda melalui kacamata analis muda FBI, Grace Ashcroft, dan agen veteran, Leon S. Kennedy.

Dua Protagonis, Dua Dunia Gameplay Berbeda

Salah satu fitur paling mencolok dari Requiem adalah perbedaan drastis gaya bermain antara kedua karakter utama. Nakanishi mengakui bahwa awalnya tim pengembang khawatir pendekatan ini akan membingungkan pemain, namun hasil akhirnya justru menciptakan dinamika yang saling melengkapi.

Grace Ashcroft: Kembali ke Akar “Survival Horror” Klasik

Grace Ashcroft

Bagian Grace dirancang dengan filosofi “Gaya Bio Lawas”. Premisnya bukan untuk membantai musuh, melainkan bertahan hidup dengan sumber daya terbatas.

  • Manajemen Inventaris: Tas Grace yang kecil memaksa pemain berpikir strategis layaknya “merencanakan perjalanan”. Pemain harus memilih antara membawa kunci penting, obat-obatan, atau amunisi.
  • Pertarungan Defensif: Grace tidak memiliki kemampuan tempur tinggi. Serangan jarak dekatnya (melee) hanya berupa dorongan (shove) untuk menciptakan jarak agar bisa kabur atau membidik senjata.
  • Crafting & Stealth: Grace dapat menggunakan item baru seperti “Ampul Serum Darah” (Bloodburst Ampule) untuk membunuh musuh secara instan dalam kondisi tertentu, namun fokus utamanya tetaplah menghindari konfrontasi.
  • Detail Karakter: Saat menggunakan mode sudut pandang orang pertama (first-person), tangan Grace akan terlihat gemetar saat membidik, menekankan kurangnya pengalaman tempur dibanding Leon.

Leon S. Kennedy: Aksi Veteran ala “RE:4”

Leon S. Kennedy

Sebaliknya, bagian Leon didesain untuk menghadapi banyak musuh sekaligus, mewarisi elemen aksi yang dicintai dari Resident Evil RE:4.

  • Sang “Ike-Oji” (Pria Paruh Baya Keren): Leon di tahun 2026 berusia sekitar 50 tahun (“Arafifty”). Visualnya digarap dengan sangat detail—hingga kerutan di leher—melalui pengawasan ketat staf wanita Capcom untuk memastikan ia tetap tampil memukau namun realistis.
  • Senjata Kapak (Tomahawk): Leon menggunakan kapak standar, bukan pisau taktis biasa. Nakanishi menjelaskan ini menyimbolkan beban berat dan kelelahan mental Leon setelah 30 tahun bertarung tanpa henti, namun tetap memiliki tekad kuat untuk menyelamatkan orang lain.
  • Tanpa Gerakan Gulat Mewah: Berbeda dari masa lalu, Leon tidak lagi melakukan suplex atau bantingan gulat pro. Alasannya adalah keseimbangan gameplay (agar Leon tidak terlalu overpowered) dan kesesuaian dengan citra pria paruh baya yang lebih “membumi” namun tetap mematikan.

Sistem “Sinergi” dan Zombie yang Memiliki Kebiasaan

Resident Evil Requiem memperkenalkan evolusi pada perilaku musuh yang disebut “Sinergi”. Ini adalah interaksi antar zombie atau antara zombie dengan lingkungan mereka.

  • Individualitas Terinfeksi: Zombie mempertahankan sisa-sisa kebiasaan masa lalu mereka. Contohnya, ada zombie yang bergumam “Ayo matikan lampu” sambil mematikan sakelar. Ada sekitar 100 baris dialog unik yang disiapkan untuk para zombie.
  • Ketidakpastian: Tim pengembang ingin menghapus rasa aman pemain yang sudah hafal pola zombie biasa. Zombie di Requiem bisa bereaksi terhadap suara atau melakukan hal tak terduga, membuat pemain bertanya-tanya, “Makhluk apa ini sebenarnya?”
  • Keseimbangan Horor & Komedi: Nakanishi mengakui bahwa memberikan kepribadian pada zombie berisiko membuat situasi menjadi lucu. Tim melakukan penyesuaian ketat dari sisi suara dan gerak agar “Sinergi” ini tetap mengerikan dan tidak menjadi lelucon, meski kadang kekacauan antar zombie tetap bisa terjadi secara alami.

Sistem Gameplay: Sudut Pandang dan Interaksi Karakter

Pemain diberikan kebebasan untuk berganti antara sudut pandang orang pertama (first-person) dan orang ketiga (third-person) kapan saja.

  • Penyesuaian Kamera: Meski pengalaman bermainnya seimbang, ada penyesuaian khusus. Misalnya, pada mode orang pertama Leon, kamera akan sedikit mundur saat ia menendang agar pemain tetap bisa melihat aksi tersebut dengan jelas.
  • Satu Dunia, Tanpa Tukar Item: Grace dan Leon tidak bisa bertukar item melalui Item Box. Nakanishi menjelaskan bahwa fitur ini ditiadakan untuk mencegah kelebihan informasi (information overload) saat pemain sedang panik ketakutan. Namun, tindakan Grace (seperti membuka jalan atau menyisakan item di peta) akan berdampak pada jalur yang dilalui Leon nantinya.

Nakanishi menegaskan bahwa Resident Evil Requiem akan menyajikan konten end-game setelah cerita utama tamat, tradisi yang selalu dijaga oleh seri ini.