Forza Horizon 6 Hormati Budaya Jepang dengan Sakura yang “Tak Tersentuh”
Dalam Forza Horizon 6, Playground Games memastikan elemen budaya Jepang seperti pohon sakura dan kuil tetap terlindungi dari interaksi destruktif. Langkah ini menunjukkan komitmen mereka dalam menghadirkan pengalaman bermain yang autentik sekaligus penuh penghormatan.
Keputusan ini disampaikan oleh game director Torben Ellert dalam wawancaranya bersama The Japan Times. Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil secara sengaja sebagai bentuk penghormatan terhadap makna penting pohon sakura dalam budaya Jepang. Bagi banyak orang di Jepang, sakura bukan sekadar elemen visual yang indah, melainkan simbol yang memiliki nilai budaya dan emosional yang kuat.
Tidak hanya pohon sakura, Playground Games juga disebut berhati-hati dalam menangani elemen lain yang berkaitan dengan situs budaya seperti kuil dan lokasi-lokasi penting. Artinya, tim pengembang berusaha memastikan bahwa dunia game tetap terasa autentik tanpa mengorbankan penghormatan terhadap warisan budaya setempat.
Untuk mencapai pendekatan yang tepat, Playground Games juga bekerja sama dengan seorang cultural advisor bernama Kyoko Yamashita. Kehadiran penasihat budaya ini membantu tim dalam mengambil keputusan yang lebih akurat dan sensitif, terutama saat menampilkan elemen-elemen yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Jepang.
Langkah ini menunjukkan bahwa Forza Horizon 6 tidak hanya fokus pada grafis dan gameplay, tetapi juga pada cara menghadirkan dunia yang lebih menghargai latar budaya tempat game tersebut mengambil inspirasi. Pendekatan seperti ini bisa menjadi contoh bagaimana game modern dapat tetap menghibur sekaligus menjaga rasa hormat terhadap budaya nyata.
Forza Horizon 6 sendiri dijadwalkan rilis pada 19 Mei 2026 untuk Xbox Series dan PC.