Hashira Terkuat di Demon Slayer: Anggota Elit Korps Pembasmi Iblis

Hashira adalah anggota elit Korps Pembasmi Iblis yang memiliki kekuatan luar biasa dalam melawan iblis.

Hashira Demon Slayer
Hashira Demon Slayer

Demon Slayer, atau dikenal juga sebagai Kimetsu no Yaiba, adalah salah satu manga dan anime populer yang menceritakan petualangan seorang pemuda bernama Tanjiro Kamado dalam membasmi iblis yang telah membunuh keluarganya dan Membuat Adik nya Nezuko Berubah Menjadi Iblis. Dalam perjalanan hidupnya, Tanjiro bertemu dengan sekelompok pendekar pedang yang disebut Hashira, yang merupakan anggota elit Korps Pembasmi Iblis dan dianggap sebagai pelindung terakhir manusia melawan kekuatan iblis. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang Hashira terkuat di Demon Slayer.

Hashira Terkuat di Demon Slayer

  1. Gyomei Himejima: Hashira Batu
  2. Sanemi Shinazugawa: Hashira Angin
  3. Giyu Tomioka: Hashira Air
  4. Kyojuro Rengoku: Hashira Api
  5. Muichiro Tokito: Hashira Kabut
  6. Obanai Iguro: Hashira Ular
  7. Mitsuri Kanroji: Hashira Cinta
  8. Shinobu Kocho: Hashira Serangga
  9. Tengen Uzui: Hashira Suara

Gyomei Himejima: Hashira Batu

Gyomei Himejima
Gyomei Himejima

Gyomei Himejima, Hashira Batu: Gyomei Himejima adalah salah satu Hashira terkuat dalam seri Demon Slayer. Ia dikenal dengan julukan "Hashira Batu" karena kekuatannya yang luar biasa. Gyomei memiliki kekuatan fisik yang mengesankan dan bisa menghancurkan musuhnya hanya dengan satu pukulan. Ia juga memiliki kepekaan luar biasa terhadap aura iblis, yang memungkinkannya untuk mendeteksi keberadaan mereka dengan mudah.

Gyomei berusia 26 tahun ini memiliki perawakan besar dengan tinggi 220 sentimeter, Mengalami kebutaan sejak kecil, Gyomei menggunakan teknik yang memaksimalkan konsentrasinya dengan mengenang ingatan yang menyakitkan. Ini menjelaskan kepribadian empatiknya.

Bahkan Iblis Bulan Pertama Menyakini bahwa dia adalah Pemburu Iblis terkuat.

Sanemi Shinazugawa: Hashira Angin

Sanemi Shinazugawa
Sanemi Shinazugawa

Sanemi Shinazugawa, Hashira Angin: Sanemi Shinazugawa adalah Hashira dengan kekuatan angin yang sangat kuat. Ia memiliki kemampuan untuk mengendalikan angin dengan sempurna, yang memungkinkannya untuk melancarkan serangan yang mematikan. Selain itu, Sanemi juga dikenal karena kekuatan fisiknya yang luar biasa, membuatnya menjadi salah satu Hashira yang paling ditakuti oleh iblis.

Sanemi adalah Hashira emosional dengan ciri wajah dan tubuh penuh bekas luka yang didapatnya dari banyak pertempuran melawan iblis selama bertahun-tahun. Luka-luka itu mewakili tekadnya yang tak tergoyahkan.

Giyu Tomioka: Hashira Air
Giyu Tomioka
Giyu Tomioka

Giyu Tomioka, Hashira Air: Giyu Tomioka adalah salah satu Hashira yang paling kuat dalam seri ini. Ia memiliki kekuatan elemen air yang luar biasa dan mampu mengalahkan iblis bulan tingkat atas, Selain itu, Giyu juga memiliki keterampilan pedang yang sangat baik dan memiliki insting yang tajam dalam melawan musuh-musuhnya.

Giyu adalah pria yang tidak banyak bicara dan jarang berinteraksi dengan orang lain, Giyu telah menguasai semua bentuk teknik Pernapasan Air. Tak sampai di situ, ia juga mampu menciptakan teknik serangan baru yang disebut Dead Calm. Dia menggunakan serangan kuat ini untuk mengalahkan Iblis Lower Moon peringkat lima Rui di Season 1.

Kyojuro Rengoku: Hashira Api
Kyojuro Rengoku
Kyojuro Rengoku

Kyojuro Rengoku, Hashira Api: Kyojuro Rengoku adalah Hashira dengan kekuatan elemen api yang luar biasa. Ia adalah seorang pendekar pedang yang sangat berbakat dan memiliki semangat yang tak tergoyahkan. Kyojuro memiliki kemampuan untuk menghasilkan elemen api dengan kekuatan berpedang yang sangat besar, membuatnya menjadi salah satu Hashira terkuat dalam pertempuran melawan iblis.

Dia terkenal karena hati yang murni dan teknik pedangnya yang luar biasa, Sebagai anggota keluarga Rengoku, Kyojuro berasal dari garis keturunan pendekar pedang kuat yang mengembangkan Teknik Pernapasan Api. Dia mengerahkan semua teknik itu untuk mengimbangi Akaza, salah satu iblis terkuat dalam serial ini.

Di sepanjang pertarungan mereka, Akaza memuji kekuatan Kyojuro dan menawarkan untuk mengubahnya menjadi iblis agar dia bisa melampaui batas manusianya dan menjadi lebih kuat. Namun Kyojuro menolak dan memenuhi tugasnya sebagai Pemburu Iblis dengan menyelamatkan Tanjiro dan penumpang lainnya di kereta Mugen.

Muichiro Tokito: Hashira Kabut
Muichiro Tokito
Muichiro Tokito

Muichiro Tokito, Hashira Kabut: Muichiro adalah Hashira termuda yang baru berusia 14 tahun. Dia dianggap sebagai prajurit genius yang dipromosikan ke peringkat Hashira hanya dua bulan setelah bergabung dengan Korps Pemburu Iblis.

Dia adalah pengguna Mist Breathing yang paling terampil di generasinya. Meskipun bertubuh pendek dan berotot ramping, Muichiro adalah salah satu Hashira terkuat. Dia bisa mengalahkan lawan-lawannya dengan ledakan kecepatan dan serangan kejutan.

Kehebatan teknis Muichiro sebagai pendekar pedang bahkan dihormati oleh salah satu iblis terkuat dalam serial ini.

Obanai Iguro: Hashira Ular
Obanai Iguro
Obanai Iguro

Obanai Iguro, Hashira Ular: Sebagai Hashira yang paling tegas dan tak kenal ampun, Obanai memiliki harapan yang tinggi untuk anggota Korps Pemburu Iblisnya dan sesama Hashira. Bahkan harapan tersebut terkesan tidak realistis.

Obanai memiliki masa kecil traumatis yang sangat memengaruhi kesehatan mentalnya. Selain berurusan dengan masalah psikologis, ia juga mengalami masalah pengelihatan di mata kanannya.

Untuk mengimbangi kekurangan tersebut, Obanai memanfaatkan ular peliharaannya, Kaburamaru, untuk membaca dan memprediksi serangan lawannya. Sebagai Serpent Hashira, Obanai menggunakan gaya pedang unik yang terdiri dari gerakan merayap yang memungkinkannya untuk menekuk pedang dan menyerang dengan cara yang mustahil.

Obanai akan memainkan peran besar dalam pertempuran antara Muzan Kibutsuji dan Korps Pemburu Iblis.

Mitsuri Kanroji: Hashira Cinta
Mitsuri Kanroji
Mitsuri Kanroji

Mitsuri Kanroji, Hashira Cinta: Mitsuri adalah Hashira yang paling ceria. Terlepas dari sikapnya itu, dia adalah prajurit yang mahir dengan jumlah pembunuhan iblis yang tinggi.

Mitsuri menyelesaikan uji coba seleksi terakhirnya hanya dalam waktu enam bulan pelatihan. Pencapaian itu bahkan mendapat pujian langsung dari Flame Hashira, Kyojuro Rengoku. Menggunakan kelenturan supernya, gerakan Mitsuri sangat sulit untuk dibaca.

Dia menggunakan pedang Nichirin yang tipis dan lentur untuk mengiris dan memotong lawannya. Gaya bertarungnya mirip dengan pesenam Olimpiade Ritmik.

Sebagai Love Hashira dan pencipta gaya teknik Love Breathing, Mitsuri dapat melepaskan serangan yang sangat bervariasi, tidak seperti pengguna pedang katana biasa. Keterampilan mematikan ini akan ditampilkan pada Arc Swordsmith Vilage Demon Slayer Season 3.

Shinobu Kocho: Hashira Serangga
Shinobu Kocho
Shinobu Kocho

Shinobu Kocho, Hashira Serangga: Terlepas dari tubuh mungil Shinobu dan sikap ramahnya, dia adalah Pemburu Iblis yang mematikan.

Untuk menutupi Kekurangannya, Shinobu memaksimalkan kreativitas dan kecerdikan. Alih-alih menggunakan gaya pedang tradisional, Shinobu bertarung seperti pemain anggar dan menusukkan Pedang Nichirin tipisnya untuk menembus lawan.

Meski tidak bisa memenggal dengan senjatanya, ia mampu menusuk dan menyuntikkan racun wisteria yang mematikan bagi iblis. Teknik ini sangat cocok dengan gelar Insect Hashira miliknya.

Gaya Pernafasan Serangga Shinobu meningkatkan kelincahannya secara eksponensial, memungkinkannya untuk berlari menuju sasaran dengan kecepatan memukau. Dia menunjukkan keterampilan ini dalam pertempuran besarnya melawan iblis Upper Moon di pertempuran mendatang.

Tengen Uzui: Hashira Suara
Tengen Uzui
Tengen Uzui

Tengen Uzui, Hashira Suara: Kekuatan Tengen sebagai Pemburu Iblis andal ditampilkan secara penuh di Arc Entertainment District. Sebagai Sound Hashira, Tengen memiliki indera pendengaran tinggi yang memberinya kemampuan seperti sonar.

Teknik Pernapasan Suara miliknya memungkinkan dia untuk mendekonstruksi ritme serangan musuh dan mengubahnya menjadi lembaran musik yang bisa dia baca.

Prajurit ninja ini memiliki kecakapan tempur untuk melawan duo iblis Upper Moon peringkat enam, Daki dan Gyutaro. Bahkan setelah diracuni dan kehilangan tangan kirinya, Tengen masih mampu mengimbangi Gyutaro di pertempuran akhir.

Setelah mengalami cedera permanen pasca pertempuran, Tengen terpaksa pensiun, dan itu membuat dirinya tidak bisa mencapai potensi penuh sebagai Pemburu Iblis.