Ilmuwan Mengatakan Manusia Purba Mungkin Masih Hidup di Indonesia

Antropolog Gregory Forth telah mengungkap spekulasi yang menjelaskan keberadaan makhluk homo floresiensis ini di Pulau Flores, Indonesia.

Clip Studio Paint - Start Your Free Trial Now!

Bumi adalah harta karun berupa keajaiban ilmiah yang belum terjamah, dan di tengah-tengah misteri yang tersembunyi, terdapat kemungkinan adanya spesies hominin purba, Homo floresiensis, yang diperkirakan telah punah, yang berkembang di sebuah pulau terpencil di Indonesia.

Pengungkapan Forth berakar pada penemuan fosil yang luar biasa yang memiliki kemiripan yang mencolok dengan spesies hominin namun berukuran lebih kecil. Pada tahun 2004, sebuah tim yang dipimpin oleh arkeolog Mike Morwood dari University of Wollongong, Australia, menemukan tengkorak kecil di dalam gua Liang Bua di Pulau Flores.

Di gua ini ditemukan sisa-sisa kehidupan Homo floresiensis.
Di gua ini ditemukan sisa-sisa kehidupan Homo floresiensis.

Kemiripan yang luar biasa dari fosil-fosil ini dengan Homo floresiensis, spesies hominin, membuat mereka dijuluki 'Hobbit', yang terinspirasi dari tokoh-tokoh fiksi dalam seri buku terkenal J.R.R. Tolkien.

Asal-usul dan hubungan hobbit dengan spesies hominin lainnya telah lama menjadi bahan perdebatan di kalangan komunitas ilmiah. Namun, Forth memulai pencarian jawaban yang unik dengan menyelidiki penelitian lapangan etnografi yang dilakukan di antara penduduk asli Pulau Flores.

Cerita rakyat setempat di antara penduduk pulau berbicara tentang makhluk mirip manusia yang menghuni daerah pegunungan terpencil di pulau itu, membangkitkan intrik dan misteri.

Morwood, merefleksikan kisah-kisah ini, menyatakan bahwa deskripsi penduduk setempat "sangat cocok dengan floresiensis." Selanjutnya, dengan berfokus pada laporan langsung dari penduduk asli Lio, dilakukan penelitian ekstensif untuk mengungkap kebenaran di balik legenda-legenda ini. Suku Lio adalah penghuni daerah pegunungan terjal di pulau ini, yang hidup hampir terisolasi dari literasi dan teknologi modern.

Meskipun mengakui bahwa beberapa karakteristik makhluk hobbit, yang disebut sebagai 'manusia kera' oleh orang Lio, dapat disejajarkan dengan spesies kera yang belum ditemukan, bukti-bukti kolektif, bersama dengan biogeografi Indonesia, memberikan dukungan pada hipotesis bahwa Homo floresiensis mungkin masih ada.