Pelabelan IGRS di Steam Dianggap Menyesatkan, KOMDIGI: Bukan Rating Resmi!

Penerapan sistem pelabelan usia Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform distribusi game digital Steam baru-baru ini memicu gelombang protes, khususnya komunitas gamer di Indonesia. Banyak pengguna menyoroti ketidaksesuaian antara label usia yang ditampilkan dengan konten game yang sebenarnya.

Pelabelan IGRS di Steam Dianggap Menyesatkan, KOMDIGI: Bukan Rating Resmi!

Dalam beberapa unggahan di media sosial, sejumlah game dengan unsur kekerasan dan adegan dewasa justru mendapatkan label rating 3+. Sebaliknya, ada pula game yang ramah anak malah diberi label 18+. Kejanggalan ini dinilai membingungkan dan berpotensi menyesatkan, terutama bagi orang tua yang mengandalkan label IGRS untuk mengawasi kelayakan konten bagi anak-anak mereka.

Menanggapi polemik tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) akhirnya buka suara. Pemerintah menegaskan bahwa label IGRS yang saat ini muncul di Steam bukanlah hasil klasifikasi resmi yang telah diverifikasi oleh pihak berwenang.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital menjelaskan, label yang beredar saat ini berasal dari mekanisme internal platform berupa self-declare atau pernyataan mandiri dari pengembang game maupun pihak platform itu sendiri.

"Rating yang beredar tersebut bukan merupakan hasil klasifikasi resmi IGRS. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama terkait kelayakan usia suatu game," demikian pernyataan resmi Komdigi.

Menurut Komdigi, sistem nasional IGRS mewajibkan adanya proses verifikasi tertentu sebelum sebuah game mendapatkan klasifikasi resmi. Karena itu, penggunaan label tanpa melalui mekanisme yang sah dinilai tidak mencerminkan hasil klasifikasi yang benar.

Berpotensi Langgar Ketentuan

Komdigi juga menyoroti indikasi ketidaksesuaian antara informasi rating yang ditampilkan Steam dengan regulasi yang berlaku di Indonesia. Setiap pelaku usaha digital, termasuk platform global, diwajibkan menyampaikan informasi yang akurat, jelas, dan tidak menyesatkan.

Penayangan label IGRS tanpa verifikasi resmi dinilai berpotensi membingungkan publik dan berdampak pada keputusan orang tua dalam mengawasi aktivitas bermain game anak.

Komdigi Akan Minta Klarifikasi ke Steam

Sebagai langkah lanjutan, Komdigi menyatakan akan segera meminta klarifikasi resmi dari pihak Steam yang dioperasikan oleh Valve Corporation. Pemerintah juga akan melakukan pembahasan lebih lanjut untuk memastikan kepatuhan platform global tersebut terhadap regulasi nasional.

Jika ditemukan pelanggaran setelah proses evaluasi, Komdigi tidak menutup kemungkinan untuk mengambil langkah administratif sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di sisi lain, pemerintah terus menyempurnakan sistem IGRS, termasuk memperkuat mekanisme verifikasi dan pengawasan agar lebih akurat dan terpercaya.